on line

Tampilkan postingan dengan label Seputar Bringin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Bringin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2012

UNDANGAN PENGAJIAN

Pengajian Warga Perumahan Griya Citra Asri RT.06 RW.01 Kelurahan Beringin – Sambikerep Surabaya Kepada Yth. Segenap Warga .......................................... Assalamu'alaikum Wr. Wb Sholawat serta salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Atas berkat Rahmat Allah SWT, kami mengharap kehadiran Seluruh Warga dalam Pengajian yang Insya Allah akan diadakan pada : Hari : Minggu, Tanggal : 22 Januari 2012 Waktu : 05,00 – 21,30 Acara : Pengajian Sema'an Menyambut Maulid Nabi Tempat : Masjid Sabillul Muttaqin , Bringin Demikian undangan ini kami haturkan, besar harapan kami atas kehadiran Segenap Warga. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pahala disetiap langkah menuju majelis yang dirahmati Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin. Jazakumullah Khoiron Katsiiro Wassalamu'alaikum Wr. Wb Hormat kami, Bp.Darmanto Adminitrator RT

Baca selanjutnya ..

Minggu, 30 Oktober 2011

Serba-Serbi Suasana Tegal Desa

P.Kasemun lagi Pusing

Para Tokoh Menjelang Tegal Desa

Persiapan Perayaan di Telaga

Pak Takmir persiapan Perayaan Tegal Desa

Pembukaan Tegal Desa

Baca selanjutnya ..

Tokoh & Panitia Tegal Desa Bringin

Pak Lurah Bp.M.Kholib dan Wakil RW Bp.Kasemun

Pak Takmir P.Priyo bersanding dgn Mantan P.Carik

Pasukan Pelaksana Tegal desa


Pak RT Bp.Ponidi dan Crew

Baca selanjutnya ..

Suasana Tegal Desa Bringin,Sby

Antusias Warga /Selamat Rek

Antusias Warga

Mas Kho Jim Nggak mau kalah sama yg Lain

Suasana di sekitar Telaga Jg ndak Kalah

Baca selanjutnya ..

Selasa, 25 Oktober 2011

Pengumuman Tegal Desa

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan di adakan nya acara Perayaan Tegal Desa di Balai RW 01,Bringin
pada tanggal 29-30 Oktober 2011.
Dengan ini di UMUM kan Bahwa:
1.Akan di adakan acara Selamatan Seluruh warga RW 01 Kel.Bringin
di Balai RW 01,Kelurahan Bringin
Pada hari : Minggu,30 Oktober 2011
Pukul : 11.00 Wibb.

2. Adminitrator RT, TIDAK MENGELUARKAN UANG KAS UNTUK
PEMBUATAN TUMPENG

3. Apabila ingin berpartisipasi harap koordinasi / memberitahukan kepada
Administrator RT atau Pengurus RT.

Demikian pemberitahuan dari kami,atas perhatian dan kerja sama nya
Kami sampaikan Terima Kasih.

Surabaya,23 Oktober 2011.

Hormat Kami,

Bp.Darmanto
Administrator RT

Baca selanjutnya ..

Persiapan Tegal Desa Bringin

Pk. Muladi,P.Ismail dan P.Imam pasang PJU

Warga RT 06 Kerja bakti Siap-Siap Tegal Desa

Senyum P.Hasan buat Semua

P.Suhari(RW) dan P.Kasemun sa'at Pelaksanaan Keja Bakti di Telaga

Warga Lesehan habis Kerja Bakti

Baca selanjutnya ..

Rabu, 03 Agustus 2011

Pembetitahuan Iuran Tegal desa & THR

Pemberitahuan
Surabaya , 05 Agustus 2011
No : 03/RT 06 / 08 / 2011
Perihal : Iuran Tegal desa & Insentif THR Security

Kepada yth
Seluruh Warga
Di Tempat

Menindak lanjuti pertemuan perwakilan seluruh warga RW 01 Kelurahan Bringin
pada tanggal 03 Agustus 2011 pukul 21,00-22,30
Menghasilkan kesepakatan sbb :
Bahwa, akan di adakan Perayaan Selamatan Seluruh warga RW 01 Kel.Bringin
di Balai RW 01,Kelurahan Bringin
Pada hari : Sabtu, 29 Oktober pukul 20,00 -selesai (acara Uyon-Uyon)
Minggu,30 Oktober 2011 -pukul 11,00 -Selamatan
: Pukul 20.00 – Selesai ( Ludruk )
Untuk acara tersebut warga di kenakan biaya sebesar Rp.35.000/Rumah

# Menjelang Hari Raya Iedul Fitri pada tanggal 29-30 Agustus 2011
Pemberian Insentif THR kepada Security Rp.15,000/Rumah
Jadi Total Iuran yang di kenakan sebesar Rp.50,000/Rumah.
Pelaksanaan penarikan iuran akan di bahas dalam pertemuan Arisan PKK ibu-ibu
Demikian pemberitahuan dari kami,atas perhatian dan kerja sama nya
Kami sampaikan Terima Kasih.

Surabaya,05 Agustus 2011.

Hormat Kami,

Bp.Darmanto
Administrator RT

Baca selanjutnya ..

Jumat, 10 Juni 2011

Hasil Rapat RW 01,Bringin

Kepada : Warga RT 06/ RW 01 Kelurahan Bringin
Yth : Bapak / Ibu /Sdr
Hal : Hasil Rapat di Balai RW 01,Kelrh.Bringin

Tembusan : Ketua RW 01 Kelurahan Bringin


Dengan Hormat,
Menindak lanjuti pertemuan Seluruh Ketua RT di wilayah RW 01 Kelurahan Bringin
pada tanggal 08 Juni 2011,
Menghasilkan kesepakatan sbb :
# Bahwa kegiatan Lomba dan Seremonial di RW 01 Kel.Bringin juga Sedekah Bumi
Keputusannya di serahkan kepada seluruh warga Bringin dengan melalui RT
masing2, yang selanjutnya di rapatkan di pengurus tingkat RW dan Seluruh
Ketua RT se wilayah RW 01, kelurahan Bringin. .
Oleh sebab itu di mohon untuk mengisi FORM di bawah ini guna keperluan
Administrasi dan Pengambilan Keputusan di tingkat pengurus RW 01,Bringin.

Demikian pemberitahuan dari kami,atas perhatian dan kerja sama nya
Kami sampaikan Terima Kasih.

Surabaya,10 Juni 2011.
Ttd,
Darmanto
Administrator RT

Baca selanjutnya ..

Rabu, 20 April 2011

Tentang BKM

Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP)
Masyarakat miskin termasuk masyarakat miskin perkotaan selama ini belum terjangkau oleh lembaga keuangan formal. Padahal, banyak usaha produktif atau usaha mikro yang digeluti oleh orang-orang miskin yang potensial untuk dibiayai. Kalau usaha-usaha tersebut mendapatkan pembiayaan sekaligus bantuan teknis berupa pendampingan, tentu akan terbuka peluang untuk lebih berkembang, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat yang akhirnya bisa lepas dari jeratan kemiskinan. 

Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Bappenas dan Kementrian Pemukiman dan Pengembangan Wilayah, sejak tahun 2000, menggulirkan proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP). Dalam hal ini kaum miskin di perkotaan yang mempunyai usaha produktif, diberikan bantuan pembiayaan berupa dana bergulir, sekaligus diberikan pendampingan agar dana tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal bagi pengembangan usahnya. Apabila dana tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan usaha mikro tersebut, tetapi juga mampu mengembalikan pinjaman itu sehingga bisa digulirkan atau dipinjamkan kembali kepada usaha mikro atau kaum miskin lain yang membutuhkan. 
Proyek yang telah menjangkau hampir seluruh desa di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali ini mendapatkan dukungan pendanaan berupa pinjaman lunak dari Asean Development Bank (ADB). Proyek ini merupakan kelanjutan dari Proyek Inpres Desa Tertinggal (IDT) dan Jaring Pengaman Sosial (JPS), dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan pasca krisis ekonomi sejak pertengahan tahun 2007. Beberapa penyempurnaan telah dilakukan terhadap P2KP dibandingkan dengan beberapa proyek sejenis sebelumnya. Kalau pada proyek IDT dan JPS, pengelolaan dana dilakukan langsung oleh aparat desa/kelurahan, maka pengelolaan dana P2KP dilakukan sepenuhnya oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang dibentuk di setiap desa/kelurahan. Peran aparat desa/kelurahan hanya terbatas pada tugas-tugas supporting, baik dalam membantu sosialisasi, pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat ((KSM), maupun dalam tugas-tugas administratif lainnya. 
    BKM dibentuk sebagai wadah bagi proses pengambilan keputusan tertinggi di tingkat masyarakat untuk menangani berbagai persoalan terutama berkaitan dengan upaya penanggulangan kemiskinan. BKM juga mengemban misi untuk menumbuhkan kembali ikatan-ikatan sosial dan menggalang solidaritas warga desa/kelurahan demi kebaikan bersama. 
    Pembentukan BKM dilakukan secara demokratis yang mewakili berbagai unsur di masyarakat, yang nantinya akan bertanggung jawab atas pengelolaan dana P2KP sebagai dana bergulir yang akan disalurkan kepada para pelaku usaha mikro yang berhimpun dalam KSM-KSM. Dalam operasionalnya, BKM membentuk Unit Pengelola Keuangan (UPK) yang bertugas mengelola dana tersebut, baik dalam penyaluran maupun penagihan, serta mempertanggung jawabkan kegiatannya kepada masyarakat melalui BKM.

Pendekatan Kelompok 
    Agar proyek ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya yaitu untuk mengurangi kemiskinan khususnya di perkotaan, maka pola pembiayaan dilakukan melalui pendekatan kelompok. Dalam hal ini para pelaku usaha mikro yang merupakan kaum miskin, dihimpun dalam kelompok yang disebut dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Setiap KSM beranggotakan antara 5-15 orang, lengkap dengan kepengurusan seperti ketua, sekretaris, dan bendahara sesuai dengan kebutuhan. 
Dengan adanya kelompok ini diharapkan akan mampu meningkatkan akses usaha mikro dan rakyat miskin ini terhadap pembiayaan dari BKM. Hal tersebut dimungkinkan karena: 
1.    Usaha mikro bisa mengajukan pembiayaan secara kolektif yang dikoordinir oleh pengurus KSM. Dengan pembiayaan secara kolektif ini, diharapkan akan lebih efisien, karena BKM tidak perlu mendatangi rakyat miskin satu persatu, tetapi cukup melalui KSM. 
2.    KSM juga dapat berperan membantu BKM dalam melakukan seleksi awal terhadap calon nasabah mikro karena: 
a.    Usaha mikro yang menjadi anggota KSM terlebih dahulu akan diseleksi melalui persyaratan yang telah ditetapkan serta direkomendasikan dan disetujui oleh anggota KSM lainnya. 
b.    Pengajuan pembiayaan/kredit oleh seorang anggota harus mendapat persetujuan dari anggota KSM lainnya, baik mengenai jumlah maupun rencana penggunaannya. 
3.    Dengan adanya KSM akan tercipta agunan alternatif (collateral substitutes) untuk mengatasi kendala agunan yang sering dihadapi oleh usaha mikro. Agunan alternatif itu antara lain berupa tanggung renteng, dimana setiap terjadi kemacetan dalam pengembalian pinjaman, akan menjadi tanggung jawab anggota KSM lainnya. 
4.    Melalui kelompok sekaligus bisa dilakukan pembinaan terhadap anggotanya, baik yang dilakukan oleh pengurus KSM maupun oleh BKM. Dalam pertemuan rutin akan dibahas berbagai permasalahan yang dihadapi masing-masing anggota, baik menyangkut manajemen usaha, akses pasar, administrasi keuangan, serta berbagai masalah lainnya. 
5.    Mengurangi biaya transaksi. 
Salah satu penyebab mengapa lembaga keuangan formal seperti perbankan enggan membiayai usaha mikro, karena biaya transaksi yang relatif tinggi, yang tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Pembiayaan melalui kelompok dinilai lebih efisien karena beberapa nasabah/peminjam bisa dibiayai secara bersama-sama. Jadi, salah satu manfaat pendekatan kelompok yaitu menekan biaya transaksi. 
6.    Pendampingan melalui Faskel 
Anggota kelompok selain mendapat pembinaan melalui pengurus KSM juga mendapat bimbingan dari Fasilitator Kelurahan (Faskel), yang merupakan mitra Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam melakukan pembinaan terhadap kelompok dan anggotanya. Malahan Faskel ini juga bertanggung jawab dalam membantu pembentukan kelompok serta pengajuan proposal kegiatan yang akan dibiayai oleh BKM. 

Kelemahan Proyek P2KP 
    Dalam pelaksanaannya, banyak kelemahan yang terjadi pada proyek P2KP. Dari hasil kajian Yayasan Jaringan Penulis Ekonomi Kerakyatan (Japek) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menunjukkan bahwa banyak BKM yang tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas perguliran dana tersebut. Akibatnya, dana tersebut hanya dinikmati oleh peminjam pertama, dan setelah itu macet. Hal tersebut terbukti dari tingginya tingkat kemacetan yang mencapai lebih dari 70%. Akibatnya, dana tersebut tidak bisa bergulir sebagaimana diharapkan. Malahan banyak diantara BKM itu yang sudah tidak diketahui perkembangannya dan tidak jelas siapa pengurusnya. 
    Ada beberapa faktor yang menyebabkan kurang berhasilnya proyek P2KP di Kabupaten Bogor, antara lain: 
1.    Proyek P2KP dinilai kurang mendidik karena tidak adanya sanksi yang tegas bagi anggota KSM yang tidak mau mengembalikan pinjaman atau yang mengalami kemacetan. KSM juga tidak mewajibkan anggotanya untuk menabung, dimana tabungan itu sebetulnya bisa dijadikan salah satu jaminan atas pembayaran cicilan. Anggota hanya mengharapkan pinjaman sebagai haknya, tetapi tidak ada kewajiban untuk menabung. 

2.    Pembentukan BKM yang dimaksudkan untuk mengurangi intervensi aparat pemerintah, baik pemerintah desa/kelurahan maupun kecamatan, dalam pengelolaan dana P2KP, ternyata tidak sepenuhnya bisa dilakukan. Intervensi aparat desa/kelurahan masih cukup dominan, antara lain dalam bentuk: 
a.    Keterlibatan dalam pembentukan KSM termasuk pembentukan beberapa KSM fiktif yang justru dilakukan oleh aparat desa/kelurahan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. 
b.    Keterlibatan dalam pembentukan BKM, dimana BKM yang seharusnya murni bentukan masyarakat, dalam kenyataannya justru ditempati oleh “orangnya” kepala desa/kelurahan, sehingga dalam menjalankan tugasnya BKM selalu dalam kendali kepala desa/kelurahan. 

3.    Pembentukan kelompok yang terkesan dipaksanakan. Idealnya, pembentukan KSM berdasarkan kebutuhan masyarakat itu sendiri, dimana setelah KSM mampu berkembang yang disertai pembinaan, baru dilanjutkan dengan bantuan finansial. Namun yang terjadi dengan P2KP justru pembentukan KSM hanya sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman. Akibatnya, masyarakat hanya mau berkelompok sebelum pinjaman dicairkan, tetapi setelah pinjaman diterima mereka meninggalkan kelompoknya dan tak pernah lagi menghadiri pertemuan-pertemuan di KSM. 

4.    Salah satu kunci keberhasilan dalam pendekatan kelompok adalah peranan tenaga pendamping. Tugas tenaga pendamping yang seharusnya menjadi ujung tombak keberhasilan melalui bantuan manajemen dan bantuan teknis, justru tidak mampu menjalankan fungsinya sesuai harapan. Banyak tenaga pendamping P2KP yang disebut fasilitator kelurahan (Faskel) tidak memiliki pengetahuan yang memadai baik menyangkut kondisi masyarakat binaannya maupun berbagai kemampuan teknis lainnya, termasuk lemahnya komitmen Faskel terhadap upaya pemberdayaan masyarakat. 

5.    Faktor lain yang cukup menentukan yaitu peranan kepemimpinan, baik di tingkat KSM maupun BKM. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang demokratis, jujur dan berwibawa, sehingga mampu memupuk kebersamaan, kegotong royongan dan soliditas anggotanya. Kepemimpinan yang otoriter cenderung manipulatif sehingga sulit dikontrol oleh anggotanya. Beberapa KSM mengalami kegagalan karena kepemimpinan yang tidak demokratis yang berdampak pada hilangnya mekanisme pengawasan internal. Budaya kontrol di antara sesama anggota termasuk terhadap pimpinannya, tidak bisa berjalan dengan baik, sehingga membuka peluang bagi pengurus untuk melakukan tindakan-tindakan manipulatif. 

6.    Tidak berjalannya prinsip tanggung renteng. Banyak anggota KSM yang hanya bisa kompak ketika dana belum dicairkan, tetapi mereka cenderung berjalan sendiri-sendiri setelah kredit diterima. Akibatnya, jangankan bertanggung jawab atas kewajiban anggota lainnya, menghadiri rapat saja sudah tidak mau. Hal tersebut terjadi karena lemahnya ikatan antar-kelompok yang cenderung hanya bersifat jangka pendek, bukan untuk tujuan peningkatan kesejahteraan jangka panjang. Keberhasilan sistem tanggung renteng dipengaruhi oleh tingkat kebersamaan dan kekompakan anggota, dimana kebersamaan seharusnya tidak hanya pada saat pengajuan kredit yang dilakukan secara kolektif, tetapi juga setelah kredit itu diterima. 

7.     Kurangnya profesionalisme anggota BKM karena umumnya tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan keuangan mikro (microfinance). Mereka juga tidak mendapat pelatihan yang memadai sebagai bekal pengelola BKM. Selain itu, anggota BKM juga tidak mempunyai waktu yang cukup karena umumnya mereka adalah tokoh masyarakat yang sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Kondisi yang terjadi pada BKM juga dialami oleh KSM sebagai unit yang berhadapan langsung dengan anggotanya. 

Rekomendasi untuk penyempurnaan 
    Setelah memperhatikan berbagai kelemahan dari pola pembiayaan usaha mikro dalam rangka pengentasan kemiskinanmelalui Proyek P2KP, ada beberapa rekomendasi yang perlu dijadikan perhatian, agar tujuan bisa tercapai seperti yang diharapkan. Beberapa rekomendasi itu antara lain: 
1.    Sebelum proyek dilaksanakan, perlu dilakukan proses sosialisasi secara intensif dengan melibatkan masyarakat sebanyak mungkin, melalui berbagai kelembagaan yang ada seperti Rukun Tetangga, Rukun Warga, kelurahan/desa, dan kelembagaan sosial lainnya. Melalui sosialisasi dan penjelasan dimaksudkan agar lebih banyak masyarakat yang mengetahui maksud dan tujuan program tersebut termasuk berbagai hak dan kewajiban dari masyarakat yang akan menjadi sasaran dari proyek tersebut. Dalam pelaksanaan Proyek P2KP, proses sosialisasi itu dirasakan sangat kurang, sehingga yang mengetahuinya hanya sebagian masyarakat khususnya para elite desa/kelurahan atau mereka yang mempunyai akses terhadap pemerintah desa/kelurahan. 
Karena informasi yang tidak merata, maka yang terjadi: 
•    Program ini tidak mampu menjangkau sasaran yang telah ditetapkan yaitu mereka yang benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. 
•    Banyak anggota KSM yang menganggap dana P2KP sebagai dana hibah dari pemerintah yang tidak perlu dikembalikan. 
•    Banyak anggota KSM yang tidak mempunyai usaha produktif sebagaimana disyaratkan sehingga penggunaan dana itu lebih kepada tujuan konsumtif, bukan produktif. 

2.    Dalam melakukan pembiayaan terhadap usaha mikro perlu melibatkan lembaga keuangan profesional, sehingga pengelolaan dana tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip pembiayaan yang sehat yaitu prinsip ekonomi pasar dengan tingkat bunga pasar. Pemerintah seharusnya tidak terlibat langsung dalam penyaluran pembiayaan tetapi lebih sebagai regulator, fasilitator, supporting, dan administratif. Keterlibatan pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembagunan Nasional (Bappernas) dan Kementerian Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) dalam Proyek P2KP tampak terlalu jauh, karena tidak lagi hanya terbatas sebagai regulator dan fasilitator tetapi juga sebagai pelaku dan pelaksana dari pembiayaan tersebut. Dalam kondisi seperti ini maka peran pemerintah bukan sebagai pendukung dan mitra pihak swasta (lembaga keuangan) tetapi cenderung menjadi pesaing yang bisa menyebabkan merusak pasar yang telah dibina oleh lembaga keuangan mikro yang ada di masyarakat. 

3.    Dalam melakukan pembiayaan terhadap usaha mikro, peran pembinaan (technical assistance) perlu lebih ditonjolkan bersamaan dengan fungsi pembiayaan (financial assistance). Usaha mikro dan rakyat miskin tidak cukup hanya diberi pembiayaan seperti halnya usaha-usaha besar, tetapi juga mutlak harus didampingi dengan pembinaan dan jasa manajemen. Bantuan manajemen itu bisa berupa pelatihan secara rutin sesuai kebutuhan baik anggota KSM, pengurus KSM, dan BKM, selain juga berbagai jenis pendampingan baik dalam pengelolaan, pemasaran, adminsitrasi, teknologi dan berbagai pendampingan lainnya. 
Dalam Proyek P2KP, fungsi pembinaan ini masih sangat minim. Pembinaan yang dilakukan oleh fasilitator kelurahan (Faskel) hanya menitikberatkan dalam pembuatan proposal sebagai syarat pengajuan pinjaman. Ketika dana tersebut telah dicairkan dan faskel telah mendapatkan fee sebagaimana ketentuan, dengan sendirinya fungsi pembinaan itu juga berakhir. 
Para Pengurus BKM juga tidak mendapatkan pelatihan yang memadai sehingga memungkinkan mereka bisa mengelola BKM dengan lebih baik. Malahan pengurus KSM yang setiap hari berhubungan langsung dengan anggotanya sama sekali tidak mendapatkan pelatihan. 
Seharusnya pelatihan ini sudah dilakukan sebelum dana disalurkan, sehingga masing-masing pihak baik KSM maupun BKM tahu persis apa yang harus dilakukan. 

    Berbagai proyek yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan mempunyai tujuan yang sangat mulia, termasuk Proyek P2KP. Pengalaman dari proyek P2KP merupakan pelajaran yang sangat berharga bahwa semulia apapun tujuan yang akan dicapai sangat ditentukan oleh kesungguhan para pelaksananya. 
    Kurang berhasilnya pelaksanaan Proyek P2KP karena masih kurangnya kesungguhan para pihak yang terlibat dalam program ini, selain dari segi sistemnya yang juga perlu disempurnakan. Semoga pembahasan ini bisa menjadi masukan untuk dilakukan penyempurnaan di masa yang akan datang. *** 

Baca selanjutnya ..

Senin, 11 April 2011

Sekilas Tentang PNPM Mandiri

Sekilas Tentang PNPM Mandiri


Mungkin sebagian orang sudah mengetahui apa itu PNPM Mandiri (Program Pemberdayaan Nasional Masyarakat). Hal ini juga bukan hal yang memang baru, sudah berjalan beberapa tahun. PNPM Mandiri adalah sebuah program yang diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum yang berfungsi untuk membantu kesejahteraan masyarakat. Sebelum adanya program ini, ada juga yang bernama P2KP (Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan). Lalu diperbaharui menjadi PNPM Mandiri. Ini ditujukan untuk desa desa di Indonesia agar bisa lebih maju di dalam tingkat terkecil yaitu desa. Diharapkan dengan adanya program ini bisa memajukan Indonesia dengan bermula dari hal yang kecil.


Sebenarnya, program ini dilaksanakan untuk membentuk dan menumbuhkan swadaya masyarakat mengenai pembangunan desa dan kesejahteraan sosial. Yang dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat desa, lalu dibentuklah para relawan relawan yang siap membangun desa secara ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Dari relawan yang ada dibentuklah BKM ( Badan Keswadayaan Masyarakat) yang anggotanya dibatasi dan terdapat satu koordinator. Fungsi Utama BKM ini sendiri adalah untuk menggerakkan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan. BKM ini yang merencanakan program program dengan menunjuk KSM yang terdiri dari relawan relawan desa.
Bukan hal yang mudah untuk melakukan pekerjaan ini, butuh waktu untuk pensosialisasikan kepada masyarakat, pembentukan relawan, BKM, KSM serta birokrasi birokrasi untuk pelaporan tiap kegiatan yang dilaksanakan. Anggaran yang diterima untuk segala yang dibutuhkan atau disebut dengan BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) diturunkan dalam beberapa tahap, tidak turun sekaligus. Tahap pertama 20%, tahap kedua 50% dan tahap ketiga 30%. Prosesnya juga tidak mudah, membutuhkan pertanggungjawaban yang besar dan para relawan ini sama sekali tidak dibayar.
Ada tiga hal utama yang dilakukan dalam PNPM Mandiri ini yaitu bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Untuk bidang ekonomi, terdapat pemberian pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang memiliki usaha kecil. Pinjaman itu dijadikan modal yang berputar dan akan dikembalikan lagi nantinya. Dalam bidang sosial, ini lebih kepada pemberian pelatihan pelatihan kepada masyarakat agar memiliki keahlian seperti pelatihan menjahit, ini juga disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan desa tersebut. Yang terakhir adalah lingkungan, ini adalah pembetulan sarana dan prasarana di desa, seperti pembangunan jalan kecil, irigasi, ketersediaan air bersih,MCK, ketersediaan tempat sampah, penerangan umum, jembatan dan lain sebagainya.
Program ini sebagian besar dilaksanakan dengan baik karena setiap desa diberikan fasilitator yang berguna untuk memberi pengarahan agar tujuan program tercapai dan masyarakat bisa mempercayakan program program yang dilakukan kepada BKM nya. Laporan keuangannya pun diaudit oleh auditor independen dari pemerintah daerah yang sudah ditunjuk.
Yang terkadang menjadi kendala menurut salahsatu Ketua BKM sebuah desa yang pernah saya wawancara adalah terkadang masyarakat desa masih tidak mengerti pemberian bantuan ini. Mereka menganggap bahwa mereka diberi bantuan secara full. Mereka hanya ingin dibantu yang bersifat benda saja dan langsung mereka terima. Dan terkadang masyarakat tidak percaya terhadap pengelolaanBKM, padahal BKM sudah seringkali berdiskusi melalui KSM KSM yang ada. Namun, program yang dilakukan untuk memancing masyarakat desa agar bisa berusaha lebih giat lagi dalam bekerja, berekonomi dan bergotong royong sesama masyarakat di desa. Program ini menumbuhkan kepedulian sesama masyarakat, saling bekerjasama dan membangun desanya bersama sama.
Dari berbagai sumber yang terkait.

Baca selanjutnya ..

Minggu, 10 April 2011

Forum BKM

Tentang BKM
Forum Antar anggota PK BKM merupakan wadah dan/atau wahana individu anggota BKM untuk secara bersama-sama dan teratur mengadakan dialog-diskusi-konsultasi tentang berbagai masalah dalam upaya mengembangkan peran dan fungsi BKM sebagai institusi lokal yang bertanggung jawab mengatasi kemiskinan di wilayah Kelurahan Bringin. Penguatan Forum Antar anggota PK BKM di Kelurahan Bringin dapat memainkan peran penting dalam upaya untuk mewujudkan terbangunnya jaringan, komunikasi dan kerjasama antar anggota PK BKM sendiri, BKM dengan pihak lainnya dan juga dapat memfasilitasi serta berperan aktif dalam menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah daerah maupun dengan lembaga swasta lainnya. 
Tujuan Forum Antar anggota PK BKM di Kelurahan Bringin dapat memainkan peran penting dalam upaya untuk mewujudkan terbangunnya jaringan, komunikasi, dan kerjasama antar BKM sendiri, BKM dengan pihak lainnya dan juga dapat memfasilitasi serta berperan aktif dalam menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah daerah maupun dengan lembaga swasta lainnya.


STRATEGI DAN ORIENTASI :
1. Visi, Misi dan Tujuan
- Visi dan Misi Forum BKM relevan atau sesuai dengan permasalahan masyarakat (kemiskinan).
- Visi, Misi dan Tujuan Forum BKM tertulis dalam statuta Forum BKM.
- Anggota Forum BKM dan masyarakat memahami Visi, Misi dan Tujuan Forum BKM.
- Forum BKM secara periodik mengevaluasi Visi, Misi dan Tujuan Forum BKM.
- Kegiatan-kegiatan Forum BKM dievaluasi mengacu pada Visi, Misi dan Tujuan Forum BKM.

2. Efektivitas Struktur Organisasi Forum BKM 
- Pengurus Forum BKM dipilih secara demokratis dalam pertemuan yang dihadiri oleh anggota Forum BKM.
- Pengurus atau bidang-bidang organisasi Forum berfungsi aktif menjalankan kegiatan Forum BKM.
- Komunikasi pengurus Forum BKM dan anggota Forum berjalan aktif.
- Pengurus Forum BKM memiliki jadual pertemuan rutin yang dihadiri oleh seluruh pengurus.
- Forum BKM memberikan pertanggungjawaban kepada anggota Forum secara berkala sesuai mekanisme yang disepakati.
 
3. Efektivitas Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Forum BKM
- Setiap awal tahun Forum BKM mengembangkan perencanaan yang memuat tujuan dan rencana kerja yang jelas yang akan Perencanaan didasarkan pada informasi yang terkumpul melalui survei atau metode pengumpulan informasi lainnya untuk mengetahui kepentingan dan kebutuhan anggota Forum dan kondisi kemiskinan terkini.dilakukan tahun tersebut.
- Berbagai kegiatan yang dilakukan Forum BKM selalu mengikutsertakan anggota Forum.
- Forum BKM memiliki buletin atau media komunikasi lainnya yang selalu memberikan informasi kegiatan Forum kepada masyarakat.
- Evaluasi setelah pelaksanaan kegiatan selalui dilakukan untuk mendapatkan pembelajaran dari pengalaman.

4. Manfaat Forum BKM bagi Anggota dan Masyarakat
- Forum BKM memiliki media komunikasi yang mempertukarkan pengalaman antar BKM dalam kerja-kerja penanggulangan kemiskinan.
- Forum BKM mengusahakan dukungan sumberdaya dari luar (pemerintah dan organisasi non-pemerintah) untuk mengembangkan BKM.
- Forum BKM menjadi ‘amplifier’ yang memperkeras suara-suara warga miskin untuk peningkatan kesejahteraan.
- Forum BKM melakukan upaya-upaya untuk merubah kebijakan dan tindakan pemerintah untuk fokus pada penanggulangan kemiskinan.
- Forum BKM melakukan upaya-upaya untuk memperbesar dukungan seluruh lapisan masyarakat sipil bagi penanggulangan kemiskinan.

Baca selanjutnya ..

Kamis, 24 Maret 2011

DISPORA BRINGIN 2010

Dinas Pemuda dan Olahraga 326.000.000
Bringin Pembuatan dan Renovasi Lapangan Bola Volley Pembuatan dan Renovasi Lapangan Bola Volley (belum diketahui status lahan) RT 3 RW I RT 03 RW 01 162 m2 Untuk Sarana Olahraga
[lihat foto] 50.000.000
Bringin Pembuatan dan Renovasi Lapangan Sepak Bola Pembuatan dan Renovasi Lapangan Sepak Bola (belum diketahui status lahan) RT 3 RW I RT 03 RW 01 8250 m2 Untuk Sarana Olahraga
[lihat foto] 100.000.000

Baca selanjutnya ..

DPU BRINGIN 2010

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Baru Gg. II ( Belakang Sekplah SDN Bringin) RT 05 RW 01  92,5 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 13.875.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Baru gg. Musholla (Timur SDN Bringin, belakang Kel. Bringin) RT 05 RW 01  126 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 18.900.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Harapan Gg. II RT 04 RW 01  300 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 32.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Harapan Gg. V RT 04 RW 01  250 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 30.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah I-A,C,D,E RT 07 RW 01  1300 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 145.600.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah II-A RT 02 RW 01  300 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 25.500.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah V RT 03 RW 01  150 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 15.700.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Jaya Gg. Tengah RT 01 RW 01  200 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 17.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Jaya RT 01 RW 01  500 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 40.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Sekolahan RT 01 RW 01  600 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 39.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Telaga RT 02 RW 01  500 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 42.500.000 
  Bringin  Pavingisasi     Sawo Gg. Musholla RT 03 RW 02  200 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 20.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Harapan IV RT 04 RW 01  300 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 300.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Harapan VI RT 04 RW 01  73 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 73.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Indah I-B,C,D,E RT 07 RW 01  73 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 73.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Indah II-A RT 02 RW 01  6 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 6.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Telaga RT 02 RW 01  13 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 13.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Sawo Gg. VII-A RT 01 RW 02  15 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 15.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Sawo Gg. VIII RT 01 RW 02  6 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 6.000.000 
  Bringin  Pembangunan Jembatan   Foto lokasi salah  Jl. Bringin Indah RT 03 RW 01  60 m2    Belum Ada  
[lihat foto] 75.000.000 
  Bringin  Pembangunan Jembatan     Jl. Raya Bringin (Depan MAsjid Sabulul Muttaqin) RT 02 RW 01  60 m2    Belum Ada  
[lihat foto] 75.000.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Bringin Harapan Raya RT 04 RW 01  400 m2    Banjir  
[lihat foto] 35.000.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Bringin-Alas Malang RT 05 RW 01  125 m2    Banjir  
[lihat foto] 31.250.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Bringin-Alas Malang RT 5 RW I (Tembud ke RT 2 Jl. Raya Sawo) RT 05 RW 01  30 m2    Banjir  30.000.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 2 Rw I (Perempatan s/d perbatasan RW 2) RT 02 RW 01  450 m2    Banjir  
[lihat foto] 174.825.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 4 Rw I (Depan Balai RW) RT 04 RW 01  400 m2    Banjir  
[lihat foto] 165.000.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 5 RW I (di depan RW I dan depan Kel. Bringin samoai ke Selatan perempatan Jl. Bringin-Alas Malang) RT 05 RW 01  130 m2    Banjir  
[lihat foto] 32.500.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Sawo (Kanan-Kiri) RT 01 RW 02  1000 m2    Banjir  
[lihat foto] 90.000.000 
  Bringin   Pavingisasi     Bringin Indah VII RT 03 RW 01  150 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 15.700.000 

Baca selanjutnya ..

REN BANG BRINGIN 2010

Dinas Kebersihan dan Pertamanan 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Baru I,II,II-A RT 0705 RW 01  7 Titik    Jalan Gelap  35.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Harapan RT 04 RW 01  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Indah I-A,B,C,D,E RT 07 RW 01  12 Titik    Jalan Gelap  60.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Indah II dan III RT 02 RW 01  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Selatan I dan II RT 02 RW 01  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Telaga RT 02 RW 01  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Raya Bringin RT 02 RW 01  1 Titik    Jalan Gelap  5.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo Gg. I-A RT 05 RW 02  5 Titik    Jalan Gelap  25.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo Gg. V RT 03 RW 02  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
  Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo RT 05 RW 02  1 Titik    Jalan Gelap  5.000.000 

Baca selanjutnya ..

Rabu, 09 Maret 2011

MUSRENBANG BRINGIN 2010

Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Baru I,II,II-A RT 0705 RW 01  7 Titik    Jalan Gelap  35.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Harapan RT 04 RW 01  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Indah I-A,B,C,D,E RT 07 RW 01  12 Titik    Jalan Gelap  60.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Indah II dan III RT 02 RW 01  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Selatan I dan II RT 02 RW 01  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Telaga RT 02 RW 01  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Raya Bringin RT 02 RW 01  1 Titik    Jalan Gelap  5.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo Gg. I-A RT 05 RW 02  5 Titik    Jalan Gelap  25.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo Gg. V RT 03 RW 02  4 Titik    Jalan Gelap  20.000.000 
Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo RT 05 RW 02  1 Titik 
jalan Gelap  5.000.000 



Bringin  Bantuan Gerobak Sampah     RW I, II, III RT 00 RW 01,02,03  6 Buah    Belum Ada  15.000.000 

Bringin  Pengaan Fasilitas Bidan Desa    Kantor Kelurahan Bringin   0    Belum ada, pekerjaan tidak bisa maksimal(dialokasikan tahun 2009)  30.000.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Baru Gg. II ( Belakang Sekplah SDN Bringin) RT 05 RW 01  92,5 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 13.875.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Baru gg. Musholla (Timur SDN Bringin, belakang Kel. Bringin) RT 05 RW 01  126 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 18.900.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Harapan Gg. II RT 04 RW 01  300 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 32.000.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Harapan Gg. V RT 04 RW 01  250 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 30.000.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah I-A,C,D,E RT 07 RW 01  1300 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 145.600.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah II-A RT 02 RW 01  300 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 25.500.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah V RT 03 RW 01  150 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 15.700.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Jaya Gg. Tengah RT 01 RW 01  200 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 17.000.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Jaya RT 01 RW 01  500 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 40.000.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Sekolahan RT 01 RW 01  600 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 39.000.000 
Bringin  Pavingisasi     Bringin Telaga RT 02 RW 01  500 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 42.500.000 
Bringin  Pavingisasi     Sawo Gg. Musholla RT 03 RW 02  200 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 20.000.000 
Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Harapan IV RT 04 RW 01  300 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 300.000.000 
Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Harapan VI RT 04 RW 01  73 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 73.000.000 
Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Indah I-B,C,D,E RT 07 RW 01  73 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 73.000.000 
Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Indah II-A RT 02 RW 01  6 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 6.000.000 
Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Telaga RT 02 RW 01  13 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 13.000.000 
Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Sawo Gg. VII-A RT 01 RW 02  15 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 15.000.000 
Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Sawo Gg. VIII RT 01 RW 02  6 KK    Belum Ada  
[lihat foto] 6.000.000 
Bringin  Pembangunan Jembatan   Foto lokasi salah  Jl. Bringin Indah RT 03 RW 01  60 m2    Belum Ada  
[lihat foto] 75.000.000 
Bringin  Pembangunan Jembatan     Jl. Raya Bringin (Depan MAsjid Sabulul Muttaqin) RT 02 RW 01  60 m2    Belum Ada  
[lihat foto] 75.000.000 
Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Bringin Harapan Raya RT 04 RW 01  400 m2    Banjir  
[lihat foto] 35.000.000 
Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Bringin-Alas Malang RT 05 RW 01  125 m2    Banjir  
[lihat foto] 31.250.000 
Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Bringin-Alas Malang RT 5 RW I (Tembud ke RT 2 Jl. Raya Sawo) RT 05 RW 01  30 m2    Banjir  30.000.000 
Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 2 Rw I (Perempatan s/d perbatasan RW 2) RT 02 RW 01  450 m2    Banjir  
[lihat foto] 174.825.000 
Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 4 Rw I (Depan Balai RW) RT 04 RW 01  400 m2    Banjir  
[lihat foto] 165.000.000 
Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 5 RW I (di depan RW I dan depan Kel. Bringin samoai ke Selatan perempatan Jl. Bringin-Alas Malang) RT 05 RW 01  130 m2    Banjir  
[lihat foto] 32.500.000 
Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Sawo (Kanan-Kiri) RT 01 RW 02  1000 m2    Banjir  
[lihat foto] 90.000.000 
Bringin   Pavingisasi     Bringin Indah VII RT 03 RW 01  150 m2    Jalan Rusak  
[lihat foto] 15.700.000 


Bringin  Pembuatan dan Renovasi Lapangan Bola Volley   Pembuatan dan Renovasi Lapangan Bola Volley (belum diketahui status lahan)  RT 3 RW I RT 03 RW 01  162 m2    Untuk Sarana Olahraga  
[lihat foto] 50.000.000 
Bringin  Pembuatan dan Renovasi Lapangan Sepak Bola   Pembuatan dan Renovasi Lapangan Sepak Bola (belum diketahui status lahan)  RT 3 RW I RT 03 RW 01  8250 m2    Untuk Sarana Olahraga  
[lihat foto] 100.000.000 
      Sa
Bringin  Bantuan Sarana PAUD   Bantuan APE  RW I,II, III Kelurahan Bringin  3    Sarana PAUD Kurang  3.000.000 
Bringin  Pemberian Bantuan Alat APE    RW I, II, III Keluarahan Bringin  300 Buah    Belum Ada  10.000.000 
Bringin  Bantuan green house     RW II Kelurahan Made   4 m x 6 m = 24 m2    Untuk Budidaya Tanaman  25.000.000 
Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias  Budidaya tanaman hias  JL. Sawo RT 03 RW 02  35 Orang    Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 
Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias untuk Karang Taruna   Budidaya tanaman hias untuk karang taruna  Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   100 Orang    Peningkatan Ketrampilan Karang Taruna  5.000.000 
Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias untuk PKK   Budidaya tanaman hias untuk PKK  Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   30 Orang    Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 
Bringin  Bantuan green house     RW II Kelurahan Made   4 m x 6 m = 24 m2    Untuk Budidaya Tanaman  25.000.000 
Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias  Budidaya tanaman hias  JL. Sawo RT 03 RW 02  35 Orang    Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 
Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias untuk Karang Taruna   Budidaya tanaman hias untuk karang taruna  Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   100 Orang    Peningkatan Ketrampilan Karang Taruna  5.000.000 
Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias untuk PKK   Budidaya tanaman hias untuk PKK  Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   30 Orang    Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 
Bringin  Pelatihan BOGA  Pelatihan tata boga  Jl. Sawo RT 03 RW 02  60 Orang    Peningkatan Ketrampilan  10.000.000 
Bringin  Pelatihan Pembuatan Tahu Tempe untuk PKK     Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   100 Orang    Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 
Bringin  Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian    Pelatihan pembuatan saos tomat dan sambal   Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   30 Orang    Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 

Baca selanjutnya ..

Rencana Kegiatan Pembangunan Bringin 2011

Report Per Kecamatan Per SKPD Per Jenis
Kecamatan - SKPD - Jenis Kelurahan Kegiatan Kegiatan_Revisi Lokasi Volume Keterangan Dana
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Baru I,II,II-A RT 0705 RW 01  7 Titik  Jalan Gelap  35.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Harapan RT 04 RW 01  4 Titik  Jalan Gelap  20.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Indah I-A,B,C,D,E RT 07 RW 01  12 Titik  Jalan Gelap  60.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Indah II dan III RT 02 RW 01  4 Titik  Jalan Gelap  20.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Selatan I dan II RT 02 RW 01  4 Titik  Jalan Gelap  20.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Bringin Telaga RT 02 RW 01  4 Titik  Jalan Gelap  20.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Raya Bringin RT 02 RW 01  1 Titik  Jalan Gelap  5.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo Gg. I-A RT 05 RW 02  5 Titik  Jalan Gelap  25.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo Gg. V RT 03 RW 02  4 Titik  Jalan Gelap  20.000.000 
    Bringin  Pemasangan PJU     Jl. Sawo RT 05 RW 02  1 Titik  Jalan Gelap  5.000.000 




  Bringin  Pengaan Fasilitas Bidan Desa    Kantor Kelurahan Bringin   0  Belum ada, pekerjaan tidak bisa maksimal(dialokasikan tahun 2009)  30.000.000 
Fisik 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Baru Gg. II ( Belakang Sekplah SDN Bringin) RT 05 RW 01  92,5 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 13.875.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Baru gg. Musholla (Timur SDN Bringin, belakang Kel. Bringin) RT 05 RW 01  126 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 18.900.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Harapan Gg. II RT 04 RW 01  300 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 32.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Harapan Gg. V RT 04 RW 01  250 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 30.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah I-A,C,D,E RT 07 RW 01  1300 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 145.600.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah II-A RT 02 RW 01  300 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 25.500.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Indah V RT 03 RW 01  150 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 15.700.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Jaya Gg. Tengah RT 01 RW 01  200 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 17.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Jaya RT 01 RW 01  500 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 40.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Sekolahan RT 01 RW 01  600 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 39.000.000 
  Bringin  Pavingisasi     Bringin Telaga RT 02 RW 01  500 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 42.500.000 
  Bringin  Pavingisasi     Sawo Gg. Musholla RT 03 RW 02  200 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 20.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Harapan IV RT 04 RW 01  300 KK  Belum Ada  
[lihat foto] 300.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Harapan VI RT 04 RW 01  73 KK  Belum Ada  
[lihat foto] 73.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Indah I-B,C,D,E RT 07 RW 01  73 KK  Belum Ada  
[lihat foto] 73.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Indah II-A RT 02 RW 01  6 KK  Belum Ada  
[lihat foto] 6.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Bringin Telaga RT 02 RW 01  13 KK  Belum Ada  
[lihat foto] 13.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Sawo Gg. VII-A RT 01 RW 02  15 KK  Belum Ada  
[lihat foto] 15.000.000 
  Bringin  Pemasangan Pipa PDAM   Pemasangan Jaringan PDAM (DPUBMP berkoordinasi dengan PDAM)  Jl. Sawo Gg. VIII RT 01 RW 02  6 KK  Belum Ada  
[lihat foto] 6.000.000 
  Bringin  Pembangunan Jembatan   Foto lokasi salah  Jl. Bringin Indah RT 03 RW 01  60 m2  Belum Ada  
[lihat foto] 75.000.000 
  Bringin  Pembangunan Jembatan     Jl. Raya Bringin (Depan MAsjid Sabulul Muttaqin) RT 02 RW 01  60 m2  Belum Ada  
[lihat foto] 75.000.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Bringin Harapan Raya RT 04 RW 01  400 m2  Banjir  
[lihat foto] 35.000.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Bringin-Alas Malang RT 05 RW 01  125 m2  Banjir  
[lihat foto] 31.250.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Bringin-Alas Malang RT 5 RW I (Tembud ke RT 2 Jl. Raya Sawo) RT 05 RW 01  30 m2  Banjir  30.000.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 2 Rw I (Perempatan s/d perbatasan RW 2) RT 02 RW 01  450 m2  Banjir  
[lihat foto] 174.825.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 4 Rw I (Depan Balai RW) RT 04 RW 01  400 m2  Banjir  
[lihat foto] 165.000.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Bringin RT 5 RW I (di depan RW I dan depan Kel. Bringin samoai ke Selatan perempatan Jl. Bringin-Alas Malang) RT 05 RW 01  130 m2  Banjir  
[lihat foto] 32.500.000 
  Bringin  Perbaikan dan Pengerukan Saluran     Jl. Raya Sawo (Kanan-Kiri) RT 01 RW 02  1000 m2  Banjir  
[lihat foto] 90.000.000 
  Bringin   Pavingisasi     Bringin Indah VII RT 03 RW 01  150 m2  Jalan Rusak  
[lihat foto] 15.700.000 
 
  Fisik 
    Bringin  Pembuatan dan Renovasi Lapangan Bola Volley   Pembuatan dan Renovasi Lapangan Bola Volley (belum diketahui status lahan)  RT 3 RW I RT 03 RW 01  162 m2  Untuk Sarana Olahraga  
[lihat foto] 50.000.000 
    Bringin  Pembuatan dan Renovasi Lapangan Sepak Bola   Pembuatan dan Renovasi Lapangan Sepak Bola (belum diketahui status lahan)  RT 3 RW I RT 03 RW 01  8250 m2  Untuk Sarana Olahraga  
[lihat foto] 100.000.000 
 
 
  Non Fisik 
    Bringin  Bantuan Sarana PAUD   Bantuan APE  RW I,II, III Kelurahan Bringin  3  Sarana PAUD Kurang  3.000.000 
    Bringin  Pemberian Bantuan Alat APE    RW I, II, III Keluarahan Bringin  300 Buah  Belum Ada  10.000.000 
 
  Non Fisik 
    Bringin  Bantuan green house     RW II Kelurahan Made   4 m x 6 m = 24 m2  Untuk Budidaya Tanaman  25.000.000 
    Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias  Budidaya tanaman hias  JL. Sawo RT 03 RW 02  35 Orang  Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 
    Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias untuk Karang Taruna   Budidaya tanaman hias untuk karang taruna  Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   100 Orang  Peningkatan Ketrampilan Karang Taruna  5.000.000 
    Bringin  Pelatihan Budidaya Tanaman Hias untuk PKK   Budidaya tanaman hias untuk PKK  Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   30 Orang  Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 
   
 
  Non Fisik 
    Bringin  Pelatihan Sablon    Balai RW I RT 00 RW 01  100 Orang  Peningkatan Ketrampilan   10.000.000 
 
  Non Fisik 
    Bringin  Pelatihan BOGA  Pelatihan tata boga  Jl. Sawo RT 03 RW 02  60 Orang  Peningkatan Ketrampilan  10.000.000 
    Bringin  Pelatihan Pembuatan Tahu Tempe untuk PKK     Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   100 Orang  Peningkatan Ketrampilan  5.000.000 
    Bringin  Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian    Pelatihan pembuatan saos tomat dan sambal   Pendopo Kantor Kelurahan Bringin   30 Orang  Peningkatan Ketrampilan  01/05/00

Baca selanjutnya ..